Come to February 2016…..

February 2016 akan segera dijelang, bulan yang penuh dengan harapan, cita-cita, dan pencapaian…. Adalah jenjang bertingkat ketika sebuah harapan hanya terbersit di hati, sementara cita-cita menggelayut kalbu memercikkan bara api semangat menjalaninya, sehingga sebuah cita-cita diwujudkan dalam laku menuju pencapaian.

Harapan, adalah ketika diriku sekedar menulis di kertas kosong, dalam corat-coret tak berarti, tentang gelar magister di namaku. Kadangkala itu kupandang tak penting, namun ternyata di negara Indonesia tercintah ini, terbukti itu cukup penting.

Cita-cita adalah ketika ternyata aku dinyatakan lulus setelah melalui proses seleksi dan test, sehingga akan kujelang tahapan terberat dalam fase ini yaitu melalui proses perkuliahan, maka cita-cita adalah suatu hal yang perlu diingat saat lelah nanti agar tetap fokus. Cita-cita itu tentu saja bukanlah embel-embel yang diraih, tapi baiknya kusimpan sendiri semoga terwujud.

Adapun Pencapaian nantinya, ketika semua tahapan itu dilalui hingga sebuah legitimasi berupa sertifikat resmi diperoleh, dan selanjutnya memberi manfaat bagi diri dan orang lain dalam proses selanjutnya.

Di atas itu, cerita contoh.

Yang sebenarnya terjadi adalah, ada banyak hal baik yang kami terima di sepanjang tahun 2015 dan menghadirkan banyak senyuman. Namun demikian, hal baik tersebut membawa sebab-akibat dengan besarnya TanggungJawab yang akan diemban, dan pastinyaaaa… akan mempengaruhi “perubahan besar”, “mau-tidak mau” berimplikasi dalam keluarga.

Yang pertama di 2015 yaitu, bersyukur kepada Allah karena pada akhirnya suamiku menyelesaikan S2 nya di UI dengan predikat Cum Laude IPK 3,85…. Masa-masa pertengkaran kecil akibat tesis yang tak kunjung rampung memasuki akhir Maret-2015, fisiknya yg sempat drop di bulan Mei-Juni 2015, pontang-panting di bulan Ramadhan/Juli 2015 hingga larut malam sampai Sidang tesis di Ramadhan tahun lalu (ujian puasanya alhamdulillah juga poll), akhirnyaaaaaaa, alhamdulillah terlampaui…..

Senyum mengembang bagi kami sekeluarga di September 2015, ketika wisuda dilaksanakan. (Termasuk hutang janjiku untuk membelikannya jam tangan baru pun telah terpenuhi).

But the consequences still haven’t done. Tawaran ke Utrecht untuk S-3, dan usaha memperoleh LOA dari Kyushu University belum sempat terwujud. Terbentur Toefl/IELTS yang belum sempat terlaksana. Sebagai satu-satunya laki-laki dalam keluarga, kondisi orangtua kami saat itu pun dalam dilema. Yup, akankah pertaruhan kursi DPRD dengan kursi B*p*ti dapat diperoleh???? Pertaruhan yang cukup beresiko, karena implikasi pada keluarga akan sangat jauh berbeda ketika itu diraih, atau ketika itu gagal.

Yang kedua di tahun 2015. Alhamdulillah, pada hari yang ditentukan itu…. 9 Desember 2015, menjadi hari yang bersejarah dan mendebarkan. Bapak pun melenggang sempurna. Dan konsekuensi sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun yang akan datang seharusnya dapat kami persiapkan… bismillah.

Yang ketiga, ketika keputusanku membulat di bulan Oktober. Dilatari oleh kenyataan bahwa para Mayjen memang tidak dapat membungkukkan “Yang Punya Kantor”, bahkan Direkturku sendiri tak mampu menegakkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, sehingga sangat mengecewakanku…. Tidak apa, kadang2 memiliki integritas itu melelahkan, tapi Allah suka. Ketika pergi pagi pulang malam mencari rizki untuk keluarga, berusaha sendiri dengan maksimal dan itu melelahkan… tapi Allah suka. Maka kuterima semua permainan itu dengan tetap berkepala tegak dan bangga. Bahwa inilah diriku, si keras kepala.

Jadi pada Oktober 2015, kuputuskan untuk menjalani sebuah proses seleksi. Setelah 10 tahun lebih di luar kampus, dan rasanya banyak materi dasar yang terlupakan sehingga memaksaku mempelajarinya kembali. Bahkan ketika waktu ujian masuk itu ternyata adalah hari yang seharusnya aku bisa jalan-jalan di Singapura bersama rekan-rekan dalam perjalanan dinas ke Batam…. Pada akhirnya, kumemilih pulang untuk ujian!!

Dan pada tanggal 21 Desember 2015 ketika pengumuman disampaikan via email. Alhamdulillah, aku lulus🙂

Sehingga tibalah Januari 2016, hari ini. Semua persiapan dilakukan. Februari 2016, ketika pelantikkan Bapak akan dijelang, dan hari pertamaku kuliah lagi sambil kerja!!!

Wallahu a’lam, semoga konsekuansi selanjutnya dapat kami jalani dengan baik.

Aku, hanya bisa berdoa kepada Tuhanku. Allahu Robbi, tempat meminta dan memohon pertolongan, wa laa tusriku billah dan aku pun tidak pernah menyekutukanMu ya Allah. Maka semoga Engkau mengijinkan kami melalui semua ini dengan baik. Sebagai keluarga utuh yang bersatu!! awwalu ilal akhiru.

Semoga Eagkau ya ALLAh, memudah kan jalan kami, memberikan Rahmat, menuntun kami ke setiap jalan yang baik untuk kami tempuh, memudahkan perkara/urusan agar dapat diselesaikan, memberikan kesehatan dan kekuatan, dijauhkan dari segala kesulitan, dan berakhir pada berkah/manfaat bagi kami, keluarga dan lingkungan. Aamiinn yra….

Meskipun diriku masih meragu, dapatkah??? kerja+kuliah+urus keluarga??

Semangatku hanyalah padaMu Tuhanku, agar aku bisa menjadi manusia yang memberi manfaat dan kembali menegakkan diri ini pada sesuatu yang insyaAllah lebih baik.

Ann

29 Jan 2015

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s