Tiga Hari Bersama Calon Penghuni Surga

Ini adalah salah satu kisah yang kusuka diantara banyak kisah nabi Muhammad SAW. Kisahnya menjadi petuah nasihat orang tua yang seringkali disampaikan saat anak-anak dulu. Berulang-ulang kali tentang pentingnya menjauhkan diri dari hasad dengki, iri hati, susah melihat kesenangan orang lain…. karena bila itu terlihat ada, maka ibuku cepat-cepat bilang…. senangkanlah hatimu atas kebaikan Saudaramu :)….. Yup, she is a Great Mother  I ever have!!

Adalah kisah Rosulullah SAW  ketika disuatu majelis, nabi berkata : “sebentar lagi akan datang seorang calon penghuni surga”, maka penasaran lah para sahabat saat itu. Tak lama kemudian masuklah seorang pemuda yang terlihat sangat biasa…. “Apa gerangan amalannya hingga dia disebut penghuni surga?”

Kejadian itu terulang 3 kali dan yang muncul selalu pemuda itu. Para sahabat tidak ada yang bertanya kepada nabi apa ibadahnya sehingga pemuda itu begitu istimewa? Diantara para sahabat itu, ada Abdullah bin Amr bin Ash yang ingin mengetahui kehebatan apa pada diri pemuda tersebut sehingga dia dikatakan calon penghuni surga?

Maka kemudian, suatu kali Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti pemuda itu hingga sampai di rumahnya. Abdullah minta izin untuk menginap, dia berkata ” wahai fulan, dapatkah aku tinggal sementara di rumahmu ini karena aku sedang dalam pertengkaran dengan ayahku?”

Pemuda itupun mengizinkannya tinggal bersama. Sepanjang hari bersama pemuda itu diamatinya baik-baik apa keistimewaannya.

Hari pertama dilalui, tidak ada yang istimewa dari pemuda itu, dia tidak membisakan sholat malam, bukan pula seorang ahli puasa, pemuda itu terbangun saat adzan shubuh berkumandang. Hari kedua dan ketiga dilalui, tak ada satupun hal yang menjawab penasarannya.

Maka ketika dia pamit, diapun berkata “wahai fulan, sesungguhnya aku tidak dalam pertengkaran dengan ayahku. Aku sengaja mengikutimu untuk mengetahu apa kelebihanmu sehingga nabi menyatakan kaulah calon penghubi surga”. Pemuda itu tersenyum, apa yang dia lakukan adalah hal yang biasa, tidak ada keistimewaan apapun dalam dirinya, dan dia merasa senang akan kabar itu.

Ketika Abdullah mulai beranjak pergi, pemuda itu memanggilnya kembali kemudian berkata, “wahai Abdullah, sesungguhnya aku tidak suka berhasad dengki kepada siapapun, tidak juga membiarkan rasa iri dalam hatiku. Tidak ada yang memberatkan hatiku kecuali hanya berserah kepada Allah swt dan bersyukur atas nikmatNYA”.

Dan aku teringat, waktu dimana ayahku menggandeng tangan kecilku menyusuri jalanan menuju sekolah taman kanak-kanak. Langkahnya cepat, agar aku terbiasa berjalan cepat, dan mengajarkanku lagu ” Disini senang, disana senang, dimana-mana hatiku senang …” Kemudian beliau berkata, “biarkan hatimu senang, dimanapun, belajarlah menjalani semuanya dengan baik, sepenuh hati, jangan sampai kau merasa sakit hati, senanglah selalu”

Mengenangnya menyimpulkan senyuman bagiku saat ini…

Kangennn

Ann,

Jan 2016

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s