Be Grounded

Dari judulnya, maka yang tersirat dibayangan imaginasi kita pastilah sesuatu yang sangat menyakitkan, aura negatif kesal-amarah-kecewa… akan terlintas di kepala.  Yup!!! itu benar sekali… menjadi orang yang direndahkan oleh orang atau pihak lain, yang memiliki kuasa dan kewenangan atas sesuatu itu…. pasti tak ada yang mau. Terlebih bila itu dialami bertahun-tahun lamanya. But that happened, my dear…. to me😦

Bagiku, akan sangat disayangkan jika kita menyikapinya demikian sepanjang waktu. Segala sesuatunya butuh proses, bertahan-menjalani-belajar-merenungkan-memutuskan…itu semua rangkaian proses yang perlu waktu. Pada akhirnya, keputusan ada di diri sendiri, apakah bangkit dengan pemikiran sehat dan penuh semangat ataukah terpuruk dalam kecewa dan kesal yang pada akhirnya justru menjadi beban bagi jiwa sendiri, mengutuki kedzaliman, meminta agar Tuhan membalasnya dll…. Then finally, it your decision, it depend on what you choose!!

 

“Be grounded” memanglah suatu hal menjadi sejarah dalam kehidupanku di tahun 2013 hingga 2015 ini. Itu kulalui sebagai tahapan “merumput”, mencoba menikmati setiap ketidaknyamanan tersebut dengan posisi bertahan senyaman mungkin, bahkan berusaha tetap memberikan prestasi terbaik!!!

Dalam kehidupan yang penuh nikmat ini, hidup-tinggal di tanah air yang subur, kaya, aman-damai, bertahun-tahun melalui tahap sekolah dan bermain dengan teman, dikelilingi keluarga yang penuh kasih, bukankah itu semua kebahagiaan yang Allah berikan pada ku??…..  Demikian juga dalam kehidupa sampai saat ini, meskipun berada di dalam keluarga ningrat (kata ayahku, sebagai barep ke delapan Joyo Puspito-kasunanan Surakarta yang wallahu a’lam benar-tidaknya, meskipun bulikku di “kota…” pernah rutin mengikuti arisan keluarga para keturunan), atau keluarga suamiku yang punya nama besar di tanah air, yang meskipun dilimpahkan segala kecukupan, orang tua kami tidak pernah mengajarkan untuk “mudah memberi” sehingga kami harus mencari kehidupan sendiri dan berusaha dengan kaki sendiri…… Semua itu bukankah nikmat besar yang Allah berikan??

Ini adalah kisah perjalanan karirku di sebuah instansi pemerintah berstatus BLU yang dipimpin para jenderal terhormat. Memang harus disampaikan disini secara objektif sebab-akibatnya, karena apapun keputusan untuk men-“downgrade” oand make me “be grounded” itu legitimasi tertingginya ya ada di Dirut, dan beberapa kesalahan fatal telah kulakukan berhubung diriku ini sangat-sangat tidak bisa untuk “jilat-jilat” atasan. Just be me!! … Thinkfirst-Find the way-Do!!

Alhamdulillah, tahun 2012-2015 telah banyak kurampungkan tugas-tugas besar, yang memang “tidak besar” jika dilihat dengan kacamata kecil….  Bersama tim dengan isi kepala masing-masing dan karakter beragam, ternyata kami dapat merampungkan beberapa pekerjaan besar seperti Gerbang Utama, Jalan Tembus Marto, Gedung Kantor, Penataan Lanskap dan berhasil menyatukan aspirasi muda untuk berkarya!! Setidaknya aku pernah mencicipi adrenalinnya mencapai proyek besar dengan waktu singkat, mengatasi masalah yang ada dilapangan hingga semua bisa terealisasi ^_^

Bercerita tentang “Be Grounded” adalah ketika dipercaya untuk menduduki amanah jabatan selama 5 tahun, kemudian diberikan amanah tambahan sebagai pelaksana tugas jabatan diatasnya selama 1,5 tahun lebih, dan menjalankan sepenuh hati semampu diri melaksanakan hingga tercapai target-target instansi…. kemudian menjadi lulusan terbaik hasil fit and proper test, pada akhirnya pejabat teras yang duduk manis dan pasang telinga saja itu… ground my self to staff.Ho-ho-ho….–> tersedak!!

Bagi para jenderal, rumah jauh, kendala transportasi, kepentingan menuanaikan tugas sebagai ibu kepada anak2 di usia sekolah, tidak perlu dipertimbangkan sebagai alasan ketika keterlambatan sekian detik dari jam yang ditetapkan. Fyuuhhhhhh!!!

Rasanya pastiiii…. indah sekali kalian dapat mobil dinas, supir pribadi, bbm ditanggung dan sampai di kantor tanpa harus mematuhi jam yang ada. Mulussss…. Sedangkan diri ini punya tanggungjawab memasak dan mengurus krucil pagi hari, kemudian Depok ke Kantor hanya punya satu lintasan umum margonda-lentengagung-jakarta atau tol yang sereeetttt banget jalannya… hingga alternatif efektif hanyalah kereta api. Dan sayangnya, kereta api express telah hilang semenjak adanya penyesuaian ke Commuterline yang lebih banyak telaaaatttttt. OMG!! –> Sometimes I just complain in train to no body for the trouble schedule. Tarik napas panjang.

Disamping itu, memang ada “juragan yang punya kantor” yang berkuasa diatas semua Dewa-dewi Direksi. Yup, Promosi Direktur atas kinerja pegawai di Direktoratnya itu kalah di bawah keputusan Kadiv Administrasi, satu-satunya kadiv yang bisa keluarkan peraturan tanpa sosialisasi, naikin golongan pegawai yang baik hubungan dengannya atau menghambat golongan pegawai yang dia tak suka. Amazing kan??

Jadi gak aneh kalau Dirut di akhir tahun 2011 sudah secara langsung bicara di forum untuk mengangkat pegawai, mental. Direktur yang buat memo rekomendasi pada pegawai di Direktoratnya sampai 2 kali dalam masanya, mental juga. Dan semua nunut dibawah Kadiv Adm.

Kesalahan pertama yang kulakukan adalah, saat kupenuhi permintaan Dirku/KPA untuk membuat pelatihan PBJ dan menghasilkan lulusan baru bersertifikasi, dengan penuh loyalitas. Yang akhirnya ternyataaa….. setelah lulus jadi kaki tangan untuk menggeser yang lama, dan memenuhi arahannya.

Yang kedua adalah ketika suatu proyek pekerjaan perencanaan konstruksi “dipermainkan” PPK dan para lulusan baru itu, sehingga membuatku mengambil langkah mundur dari kepanitian lelang, selanjutnya membuat berang Ibu Dir Ku selaku KPA. Meskipun langkah itu mendapat respon positif dari Ka SPI dan itu hal biasa, kedepannya terbukti kemarahan Ibu itu menjadi penghambat terbesar bagi tahap karirku. Ka SPI akhirnya bergeser. Damn!!! that’s what beuracracy is!!

Yang ketiga adalah pembunuhan karakter akibat keterlambatan. Ini adalah pendzoliman ruarrrr biasa!!. Ketika suatu kali datang terlambat di 9.30 karena harus mengurus anakku  ke rumah sakit pagi buta, sementara kondisiku saat itu adalah satu2nya ibu/karyawati kantor dengan baby 3 tahunan, punya asma dan rumah terjauh saat itu), Ditambah tukang ojek “nyeleneh” berhenti tepat di depan mobil dirut yang baru datang.

Status “tukang telat” akibat keterlambatan 1, 2, 5 menit karena keterlambatan moda kereta api (penyesuaian express menjadi commuterline) yang diakumulasi selama setahun seperti ini :

Dalam 1 bulan, dengan waktu yang sama dan kereta yang sama di stasiun yang sama, rata-rata terjadi 2 s.d 4 kali keterlambatan baik disebabkan oleh gangguan wesel, rel putus, banjir, ditahan di manggarai, menunggu sinyal gambir. Maka dalam satu tahun rentang keterlambatan berjumlah 24 s.d 48 kali menyebabkan keterlambatan tiba di kantor antara 1 s.d 15 menit.

Akibatnya, jumlah keterlambatan pada absen tahunanku di 2012, 2013, 2014 berjumlah di kisaran 33 s.d <48 kali. Potongan perbulan dengan 1 kali keterlambatan adalah Rp. +-25.000, kelipatan 2x untuk 2 kali keterlambatan, sehingga maksimal 4x keterlambatan menjadi Rp.100.000,- Sedangkan keterlambatan 5 kali lebih dalam sebulan akan menjadi lipatan Rp 600.000 (25%), sehingga bila 8 kali keterlambatan terjadi dalam satu bulan habislah upah kinerja.

Tambahan yang terjadi pada di tahun 2015 adalah, dikeluarkannya Surat Peringatan akibat akumulasi jumlah keterlambatan di akhir tahun 2014 mengakibatkan :

  1. Pemotongan upah kinerja 25% selama 3 bulan berturut-turut (padahal tahun 2014 sudah dapat sanksi bulanan, dan akumulasi tahun 2014 menurut data administrasi yang masih kubantah karena kehilangan data pribadi, berjumlah 48 kali keterlambatan (data tidak transparan dikeluarkan admin).
  2. Ditunda kenaikan golongan (sejak 2006 bekerja, terhitung 2009 golongan tetap “stay”di III.a)
  3. Tidak dapat naik jabatan (walaupun sudah menjabat Kepala seksi sejak 2009, dan plt kasubdiv sejak 2013)… finally setelah membawa instansi ke gerbang remunerasi dengan penyelesaian renstra dan perhitungan KPI, resmi di downgrade jadi staf!!! amazing ^_^

All are lessons here… bahwa organisasi BLU ini banyak “politisasi”. U can’t be profesional as long U make some middle organizations feel uncomfort for the position!!

Commuterline, plzzzzz help!!! sampai kapan kalian bisa menetapi jadwal secara akurat??? then, where I should complain?? Perkembangan perhubungan darat dalam 4 tahun belakangan ini kuberi jempol 4 karena cuma itu yang kupunya, kalau bisa jempol lebih…. Great!! bagus sekali transformasinya, kereta ke bandara pun oke banget desainnya. Semoga semakin baik. Oleh karena itu seandainya bisa kumohon, Tepatilah jadwal!! kelalaian CL dalam menepati jadwal itu membuat saya, salah satu dari para commuters, kehilangan 200 ribu s.d 1,5 juta per bulan!! entah berapa banyak commuters bernasib sama.

Baik lah itu detailnya, kita lanjut ke pembahasan “be grounded” lagi.

Suatu kali pada acara ultah kantor di Juni 2014, ketika kusampaikan tentang perlunya pengendalian PKL di kawasan yang dikelola agar pekerjaan penataan-pemeliharaan tidak sia-sia. Para PKL agar dilokalisasi pada tempat-tempat yang sudah tersedia, tidak di area hijau/greenbelt menyebabkan rumput mati, tanaman rusak, sampah tak terbendung…. Ternyataaaaa…. ditanggapi Bapak Dirut terhormat, dengan : “kita harusnya merangkul PKL, karena mereka masyarakat kecil, biarkan saja mereka mencari nafkah dengan berjualan, Indonesia itu disenangi para turis karena ke”kumuh”annya”…. —> “what???!! buatku terperangah saat itu dan mengingatnya  baik-baik.

Suatu kali pernah saya berhadapan langsung dengan Kadiv Admin, pimpinan tertinggi instansi/Dirut, saya dan 7 orang pegawai lainnya. Semua pegawai hadir di ruang Dirut melalui surat undangan/panggilan sebelumnya. Ke-6 orang pegawai dipanggil karena tidak pernah ikut olahraga jum’at, saya dan seorang rekan dipanggil karena tidak olahraga pada jum’at sebelumnya. Aneh kan?? harusnya undangan dibedakan dong, lha wong kita datang terus koq olahraga….

Jujur saja, jum’at kali itu saya dan seorang rekan terlambat tiba. Lalu kami masuk lewat pintu samping. Sial sekali, pintu itu dikunci. Padahal sebelumnya, Dirut bilang “jika terlambat, lewatlah pintu samping, jangan pintu depan karena itu tdk sopan”.  Maka akhirnya keputusan kami berdua saat itu adalah kembali ke ruangan untuk bekerja, minggu depan maka saya harus lebih pagi lagi untuk menghindari case baru ini, bila ternyata terlambat pastilah lewat depan / pintu instruktur senam. Pertanyaannya adalah, kenapa tidak ada pemberitahuan? Ini boleh jadi jebakan!

Saat pertemuan di ruang Dirut itu, saat saya ditanya kenapa tdk olahraga (hebat ya, kantorku sampai segininya…) saya katakan “saya sudah hadir ke lapangan pak, tapi pintu samping (berpagar kawat tempat main tenis) terkunci, maka saya kembali ke ruangan. Kadiv Admin menyambut “Kenapa Saudara tidak lewat pintu depan”, Jawab saya lagi “karena Dirut pernah melarang lewat tengah, dan kami tidak tahu aturan baru, kenapa tidak diinformasikan sebelumnya dengan penunjuk arah misalnya”…. “Itu sebagai terapi kejutan karena anda suka terlambat!!” …. saya timpali lagi : “peraturan itu dibuat untuk memperbaiki sesuatu, itukad perbaikan, dan perlu sosialisasi untuk diketahui bersama, kenapa banyak sekali peraturan di masa ini bersifat sebagai jebakan??”

Seseorang yang arogan itu, dengan kewenangannya telah berteriak dengan nada tinggi padaku. Dan pimpinan pada akhirnya berkata padaku, “sudahlah, kamu diam saja, ini semua cuma permainan, santai saja” ucapnya tenang. Saya hampir tak percaya dengan apa yang saya dengar…. then keep silent…. itulah seseorang berpangkat mayjen, Dirut terhormat. Sangat sayang sekali…..

Padahal, dada saya merah putih…Jenderal!!… Dan tugas adalah amanat bagi saya!!… Tanggung jawab adalah selalu yang saya kedepankan!! Sayang anda tidak bisa menyentuh jiwa saya dan memilih lebih ber-kohesif dengan pejabat itu!!

Permainan, kata Anda tuan mayjen, sama sekali tidak menakutiku…. Permainan Tuhanku lah, yang aku takuti, maka aku berlindung kepadaNYa dari hal itu. Dan aku berdoa pada Tuhanku, karena benar dan salah itu terlalu tipis bedanya, menegakkan aturan ataukah berbuat dzalim itu tak dapat kulihat, dan hanya Allah yang tahu. Sementara diri ini tak boleh berburuk sangka, namun penasaran menghiasi kepalaku ketika benar-salah tersamarkan. Maka, di masa hisab nanti….. Saat kemarahan menggelora di dadaku, dan bibir kecil ini hanya mengingat dan berdzikir padaNya untuk menenangkan hati, telah kupinta dalam doaku saat itu, Suatu hari nanti di yaumil hisab, akan ada seseorang berbadan serigala berkepala keledai, mencari-cari diriku untuk meminta maaf, jika seandainya itu semua suatu kezaliman. Saat itu, akan teranglah sebuah kebenaran!!

Situasi, ruangan, percakapan…. masih terbayang jelas dikepalaku. Tidak akan kulupa!! Ingatanku cukup baik saat penaku mengalir, dan mengingat, adalah kelebihanku. Mungkin kamu tidak tahu, ketika kumenghapal, halaman, gambaran, kata-kata yang kuhapal…teringat jelas. Tidak semua orang mampu.

Ini semua adalah kisah, yang mungkin kelak akan menjadi hadiahku bagi anak-anakku!! Blog ini tak pernah kuceritakan, namun ceritanya mungkin kan kusampaikan esok hari. Menyerah, bukan takdirku….. Berjuang adalah ikhtiarku, akan terus menjadi api agar menjadi perisai bukti cinta bagi anak-anakku kelak. Ketika jatuh, jangan ratapi kejatuhanmu…. segera bangkit dan berjalanlah kembali, lelah itu biasa, sakit itu biasa, karena hidup akan selalu melalui hal itu…. Namun pemenang kehidupan, hanya untuk orang yang percaya pada Tuhannya. Hingga kita bisa tersenyum, pada akhirnya.

Kasih sayangku untuk keluargaku, adalah bahan bakar semangatku🙂

Untuk anakku, kadangkala apa yang baik yang kita lakukan tidak dihargai orang, tapi jangan berhenti untuk memberi yang terbaik. Suamiku pernah berkata-sebagai fisikawan, “tidak ada energi yang hilang, yang ada hanyalah perubahan energi”. Begitupun yang diajarkan agama kita, Islam yang sempurna. Maka teruslah berbuat baik meski orang lain tidak menghargainya. Buah itu pasti ada. Karena pemilik balasan itu hanya Allah azza wa jalla.

Disisi lain, aku menerima semua ini sebagai : mungkin ini adalah ujian dari Allah swt. Karena janjiku pada diri sendiri untuk mampu memberangkatkan ibu-bapakku ke tanah suci belum dapat tercapai…… Semoga Allah tidak menyurutkan asaku untuk tetap berusaha memberi yang terbaik, bermental kuat, diberikan kesehatan dan usia yang barokah, melancarkan rejeki ku…. Hingga aku bisa memenuhi janjiku itu sebelum waktunya tiba, berilah kesehatan pada mereka ya Allah.

All in Your Great Hand my Lord. I just fulfill all the duty by the best effort!!. Please, realize my goal. Aamiinn

To all children that I always love, I never angry when all menu I’ve cooked in the morning still in large portion when I comeback, mean u choose your grandma menu… coz she love you too… But I will always still do-cooking every day for all of U ^_^

Tetaplah lakukan yang terbaik ^_^

Best regard,

Ann

Jan’16

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s