Welcome to Geothermal

Alhamdulillah,

Pas 1 Mei 2013, perjalanan baru kami dimulai. Semoga Allah memudahkan langkah suamiku dalam setiap urusannya hingga tercapai cita-citanya, mencukupkan kami dengan limpahan rizki yang berkah melalui dirinya, dan menjaga kami semua selamat menetapi iman dan ketaatan hingga akhir hayat amiin.

Ini adalah titik balik. Karena setelah melalang buana di beberapa pekerjaan, dalam memenuhi kewajibannya, kini saatnya ia kembali pada cinta pertamanya…. Geothermal. Ya, hari ini suamiku resmi bergabung di ESDM, pada Direktorat EBTKE khususnya Panas Bumi.

Perjalanan akademis, tugas lapangan, asisten dosen, mengisi beberapa jurnal, lebih dari 7 tahun yang lalu, semuanya terhenti semenjak kami menikah, karena hidup, perlu sejalan dengan realita.

Semenjak perpindahan itu, kami bersama lagi berangkat di pagi hari. Menjalankan tugas rumah bersama, Sarapan bersama, berangkat bersama-sama para kommuters lainnya. Dengan demikian, tidak ada lagi diriku yang terengah-engah mengejar waktu critical time, karena dia adalah sang safety time. Perjalanan pagi hari lebih terasa ringan dan menyenangkan. Senangnyaaaa…..

(Although, sometimes I lost my time to bath Bang Aldin, karena itu yang paling menyenangkan di pagi hari buatku, walo saat dimandiin maen sabun+air+gak mau udahan, dipakein baju lari-lari, dibedakin ngusep-ngusep, sampai akhirnya SUKSES di critical time-berangkat kantor :D)

Namun demikian,  sesungguhnya proses perpindahan PNS lintas kementerian itu tidaklah mudah. Kurang lebih setahun proses dari HKI-Kementerian Hukum dan HAM ke ESDM. Itupun karena didukung faktor koneksi Pak Cik dan Pak Uli yang tidak perlu dirinci disini, sehingga turut mendukung dalam proses birokrasi. Kedekatan suamiku dengan beberapa pakar geothermal dan geophysis di tanah air dalam pengalaman bidang tersebut juga mendukung mudahnya proses ini.

Beberapa minggu yang lalu, masih teringat saat dirinya menelpon minta pendapatku untuk ikut menghadiri perayaan ultah Pak Jero Wacik ke-64 di Hotel Dharmawangsa. Atasannya dulu di salah satu perusahaan survey dan sertifikat ISO, BUMN di bilangan Durentiga-Pancoran, yang orang bali itu  mengajaknya ikut serta untuk melakukan lobi penempatan di EBTKE (sebagaimana biasanya orang perantauan, ada perkumpulan tersendiri bagi orang-orang bali, mungkin ini lebih spesifik lagi mengingat mereka sama-sama dari ITB).

Pertimbangannya, nampak hal itu diperlukan mengingat beberapa hari sebelumnya diinformasikan bahwa penempatannya belum dapat dipastikan. Kenapa tidak di bio-energi saja atau di Setjen?….. Wow, saat itu dia stress kalo sampai penempatannya di geothermal tidak berjalan mulus. Akhirnya kuijinkan dirinya pergi menghadiri acara itu. Kebetulan aku tau tempatnya, karena aku pernah menghadiri pesta pernikahan sepupu jauhku yang ayahnya ber”bintang” di Angkatan Darat, menikah di Hotel Dharmawangsa. Jadi kuberi informasi untuk suamiku tentang gambaran beberapa ruang acara yang mungkin akan dipergunakan di hotel itu. Kabarnya, dalam acara itu hadir istri Pak JW, dan beberapa kerabat dekat, dengan undangan hanya ditingkat eselon satu mungkin beberapa eselon dua juga. Then,  ia pulang larut malam hampir pukul 1 dini hari sampai rumah. Tapi misi telah dijalankan, yakni meyakinkan proses penempatan sesuai dengan harapan dan latar belakang ilmunya.

Hmmmm…. kedengarannya mudah ya?? Itulah sedikit perbedaan kami. Aku dididik sebagai seorang pejuang yang jujur-lurus, berjuang keras, dan bersyukur. Kalo sesuai harapan, ya berSyukur, kalo tidak sesuai harapan, ya Berjuang Keras, kalo ada yang gak jujur dan aku terdzolimi, hohoho…. rame lah dunia, karena kembali ke atas, I’m a fighter —“hayyo,  tak pantengin, tak tantangin, tak ladenin, tak cuap-cuapin, sampe aku menang”….. kqkqkq –> cape deh, preman banget ala orang teknis-praktis-gak suka mbalelo-stright 2 d point….meski diujungnya, pasrah deh😦

Jadi, sempat terucap olehku “sudahlah pa, kita sudah berusaha, terima saja dulu penempatannya dimana dalam EBTKE”.

Tapi ternyataaaaaaaa, he flows like strong calm river….. so many people eager to help, and I just…… “melongo”….. hehehe

Alhamdulillah, per 1 Mei 2013 kembali dapat kurasakan semangatnya mengalir, memenuhi hasrat keilmuannya. Semua itu adalah wujud dari keinginannya merealisasikan mimpi anak bangsa untuk memberdayakan salah satu potensi terbesar di tanah air.

Semangat yang sama seperti saat ia menjelaskan problem fisika, semangat yang sama saat dia menjelaskan proses operasi eksplorasi, metode dan gambar warna-warni aneh yang aku gak paham deh. Sampai terkadang, hanya kudengarkan, tanpa perlu terlalu kumengerti…. :D  :D 😀

Dengan bismillah, kuhapus kegalauanku atas harapan, masa depan, mengingat kebijakan pemerintah saat ini masih setengah hati dalam menaungi Berjalannya Operasional Pabum.

Mudah-mudahan ya Allah, Senantiasa Kau naungi dirinya dalam Semangat yang tak lekang jaman, Menjaganya dalam mewujudkan CIPTA, KARYA, ANAK Negeri, meWujudkan mimpi-mimpi anak bangsa yang mulia, Dan Menjadikan semua itu NYATA. Agar kelak, bolehlah dia mengenang-ngenang masa lalu dengan bahagia dan bersahaja. Amiin

Teriring doa untuk suamiku.

Ann

7 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s