Sup Buntut Kacang Merah

Bahan :
750 gr buntut sapi
2 lt air
300 gr kacang merah
2 sdm margarin
2 btg daun bawang
2 btg seledri
2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 buji pala, 3 biji cengkih

Bahan yang dihaluskan :
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih

Cara Membuat :
1 Rebus buntut yang telah dicuci bersih, tambahkan irisan daun bawang dan seledri

2 Tumis bumbu halus dengan 2 sdm margarin hingga harum. Masukkan tumisan bumbu kedalam panci rebusan bumbu, tambahkan garan. Masukkan merica, pala yang sudah dihaluskan dan cengkih

3 Sajikan selagi hangat

Sup Ikan Jamur Kuping

BAHAN :
Bola ikan :
250 gram ikan tenggiri
2 siung bawang merah haluskan
50 gram tepung sagu
1 putih telur
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdt gula pasir

Kuah :
1,5 liter air
50 ml kecap manis
1 sdm minyak goreng
100 gram udang cincang kasar
2 siung bawang putih dihaluskan bersama 1 sdt merica butiran dan 1 sdt garam
2 cm jahe memarkan
50 gram soun direndam dengan air hangat hingga lunak lalu tiriskan
50 gram jamur kuping direndam air hingga mengembang dan lunak lalu tiriskan
2 batang wortel, potong menurut selera
50 gram sedap malam
12 butir telur puyuh direbus sampai matang lalu goreng
Taburan : bawang goreng, irisan daun seledri dan irisan daun bawang
Sambal kecap : goreng, haluskan dan tambahkan 50 ml kecap manis

CARA MEMBUAT :
1 Bola ikan : haluskan ikan tenggiri, campur dengan bawang merah, tepung sagu, putih telur, garam, merica bubuk dan gula pasir. Masak air dan rebus adonan yang telah dibentuk bola-bola sampai mengapung lalu angkat.

2 Panaskan minyak, tumis bawang putih halus dan udang hingga harum. Masukkan air dan tambahkan jahe. Setelah mendidih masukkan kecap manis, wortel, jamur, sedap malam dan bola ikan. Masak sebentar, angkat.

3 Siapkan mangkuk kemudian isi dengan soun, telur puyuh dan kuah dengan isiannya. Taburi bawang goreng, irisan seledri dan daun bawang. Sajikan hangat dengan sambal kecap.

Untuk : 6 orang

Perkembangan Kognitif Balita

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN KOGNITIF

ANAK USIA 1 – 3 TAHUN

1. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 – 2 Tahun (12 – 24 bulan)

Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27% berat otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa (sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi terhadap kecerdasan anak.

Pada usia 1 – 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal berikut ini :

a. Belajar melalui pengamatan/ mengamati. Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak “keajaiban” di sekitarnya mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya. Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan menyadari hal-hal yang tidak semestinya terjadi berdasarkan pengalamannya.

b. Meniru orang tua. Anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal yang umumnya dilakukan orangtua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak dapat meniru perilaku orangtua.

c. Belajar konsentrasi. Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit.

d. Mengenal anggota badan. Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak akan merasa sangat senang jika orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil menunjukkan anggota tubuhnya.

e. Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu. Pada tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda (kedalaman) dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang ) dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18 – 24 bulan.

f. Mulai mampu berimajinasi. Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakkan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.

g. Mampu berpikir antisipatif. Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 – 23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.

h. Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata. Pada usia 12 – 17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan, anak sudah mulai dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Pada usia 17 bulan, umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri dan merangkainya dengan beberapa kata sederhana dan mengutarakan pesan-pesan seperti: “ Adik mau susu.”

i. Cepat menangkap kata-kata baru. Pada usia 18 – 23 bulan, anak mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-kata. Perbendaharaan kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Selain itu, anak sudah mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat.

2. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 – 3 Tahun (24 – 36 Bulan)
Kemampuan kognitif anak usia 2 – 3 tahun semakin kompleks. Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan yang dapat dicapai anak, yaitu sebagai berikut :

a. Berpikir simbolik. Anak usia 2 tahunan memiliki kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata, gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misalnya anak menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil balap.

b. Mengelompokkan, mengurut dan menghitung. Pada tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk, misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).

c. Meningkatnya kemampuan mengingat. Kemampuan mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua lagu pengantar tidur.

d. Berkembangnya pemahaman konsep. Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami waktu untuk pertama kalinya yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”. Selanjutnya pemahaman “hari ini”. Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama seminggu di usia 3 tahun.

e. Puncak perkembangan bicara dan bahasa. Pada usia sekitar 36 bulan, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000 kata dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya. Pada usia ini biasanya anak mulai banyak berbicara mengenai orang-orang di sekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.

Referensi :
1. Bee, Helen. 1994. Lifespan Development. HarperCollins College Publisher, New York.
2. Craig, Grace J. 1986. Human Development. University of Massachusetts. Prentice-Hall Englewood Cliffs, New Jersey.
3. Hurlock, E.B. 1978. Child Development. Sixth Edition. McGraw-Hill. Inc. New York.
4. Hurlock, Elizabeth B. 1982. Developmental Psychology : A life-span approach. McGraw-Hill, Inc. Philippine.
5. Papalia, DE, SW Olds & RD Feldman. 2002. A Child’s World: Infancy through Adolescence (9th Edition). USA: McGraw-Hill Company.
6. Papalia, Diane E. & Olds, Sally Wendkos. 1989. Human Development. McGraw-Hill Book Company.
7. Riley, Stanley. 1992. Riley Inventory of Basic Learning Skills (RIBLS). Academic Therapy Publications, Inc. Novato – California
8. Santrock, J.W. 1997. Life Span Development. Brown Benchmark Publisher, Madison.
9. Seifert, K.L. & Hoffnung, R.J. 1987. Child and Adolescent Development. Boston : Houghton Mifflin Co.
10. Turner, Jeffrey S. & Helms, Donald. 1991. Life Span Development. Holt, Rinehart and Winston, Inc. The Dryden Press.
11. Vasta, R., Haith, M M., & Miller, SA. 1992. Child Psychologi : The Modern Science. New York : John Wiley & Sons. Inc.

Nasi Liwet

Kangen masakan Solo? Kalau tak sempat pulang kampung, Anda bisa meracik nasi liwet sendiri. Membuatnya tidaklah terlalu sulit bahkan bisa jadi suguhan saat acara keluarga. Jika ingin lebih nikmat, sajikan nasi liwet dengan pincuk (wadah daun pisang) dan suru (sendok daun pisang).

Bahan:
500 g beras putih yang pulen
600 ml santan encer
2 lembar daun pandan, potong-potong
2 lembar daun salam
1 sdt garam
Lauk Pelengkap:
Sambal Goreng Labu Siam
Opor Ayam dan Tahu
Telur Pindang
Sambal Bajak

Cara membuat:
• Cuci beras hingga bersih. Tiriskan.
• Taruh beras dalam periuk tanah liat atau panci berdasar tebal.
• Tuangi santan (banyaknya santan tergantung dari jenis beras), beri daun pandan dan daun salam. Masak dengan api kecil hingga mendidih.
• Aduk-aduk dan masak terus hingga air habis.
• Tutup panci, kecilkan api dan masak hingga nasi matang. Angkat.
• Taruh nasi dalam piring-piring saji, beri suwiran opor ayam dan tahu, potongan telur pindang, sambal goreng labu siam lalu siram dengan kuahnya.
• Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

Untuk 6 orang

Nasi Kunyit Melayu

Bahan:
2 sdm minyak sayur
10 lembar daun kari kering
3 lembar daging iga sapi asap, iris halus, tumis hingga kering
300 g nasi

Haluskan:
3 siung bawang putih
1/2 cm jahe
1 cm kunyit
1 sdt garam
1/2 sdt merica butiran, sangrai
1/4 sdt jintan,

Taburan:
2 buah cabai merah, iris serong tipis, tumis hingga agak kering

Cara membuat:
• Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
• Tambahkan daun kari kering, aduk hingga harum.
• Masukkan nasi, aduk hingga rata.
• Tambahkan daging iga tumis, aduk hingga rata.
• Taruh di piring saji, taburi cabai merah tumis.
• Sajikan hangat.

Untuk 3 orang

Nasi Ulam

Nasi ulam khas Betawi banyak sekali versinya. Salah satunya versi dari daerah Tangerang, pinggiran Barat Jakarta. Nasinya diaduk dengan bumbu. Kadang ditambahkan bihun goreng dan telur dadar. Biasanya nasi ulam Betawi disantap dengan semur kentang yang legit.

Bahan:
400 g nasi putih
Bumbu, haluskan:
100 g kelapa parut, sangrai hingga kering
75 g kacang tanah goreng
1 sdm ebi, sangrai
2 siung bawang putih
1 buah cabai merah, jika suka
1 batang serai, ambil bagian yang putih, iris halus
1/2 sdt merica butiran
2 sdt garam
Pelengkap:
Semur Kentang
Kering Teri Kacang
Mentimun
Kemangi
Kerupuk Kanji

Cara membuat:
• Sesaat akan disjaikan, aduk nasi putih dengan Bumbu hingga rata.
• Sajikan nasi dengan Pelengkapnya. Jika suka bisa ditambahkan bihun goreng dan telur dadar.

Untuk 6 orang

Donburi Ayam Pedas

Untuk menghemat waktu dan bahan bakar, santap malam dengan menu donburi bisa jadi alternatif. Donburi, nasi diberi topping lauk ala Jepang ini sangat praktis. Tak perlu beragam lauk, cukup satu lauk komplet yang lezat dan gizinya pun komplet.

Bahan:
300 g nasi putih
1 sdt cabai merah bubuk
Topping:
2 sdm minyak sayur
1 sdm bawang Bombay cincang
1 siung bawang putih, cincang
250 g daging ayam, potong-potong
50 g paprika kuning, potong kasar
50 g jamur shitake, iris kasar
100 g asparagus, bersihkan, potong 3 cm
1 sdt cabai merah bubuk
1 sdt merica bubuk
2 sdm saus tiram
1 sdm saus cabai bawang
1 sdt garam

Cara membuat:
• Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu dan harum.
• Masukkan daging ayam, aduk-aduk hingga kaku dan berubah warna.
• Tambahkan paprika, jamur dan asparagus, aduk hingga layu.
• Tambahkan bumbu, aduk rata.
• Masak hingga air yang keluar dari ayam hampir habis dan ayam empuk.
• Angkat.
• Taruh nasi dalam 3 mangkuk saji. Tuangi lauknya. Taburi cabai bubuk, sajikan segera.

Untuk 3 orang

This blog is dedicated to my family
which its love and share had shaped my maternity
and desire had developed my ability

A long way that we’ll face together
in order to reach our greatfull expectation in the future
We wont stop to share….

Ann
4 my children